Distribution
Mar
24
2021

6 Jenis Vaksin Covid-19 Digencarkan di Indonesia. Apa Perbedaanya?

Wed, 24 Mar 2021

Sejak awal kemunculan pandemi Covid-19 di Wuhan China, berbagai ahli dari banyak negara berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin. Selain tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, vaksin dinilai sebagai cara paling ampuh untuk meminimalisir dari terinfeksi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi, memberikan antibodi terhadap tubuh manusia yang menjadikan meningkatnya kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19.

Meskipun vaksinasi Covid-19 sudah berjalan di Indonesia sejak Januari 2021 lalu, masih terdapat banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui ragam jenis vaksin Covid-19 yang sudah beredar di Indonesia. Baik dari segi cara kerja vaksin, kegunaannya, dosis yang diperlukan, rentan umur yang diperbolehkan, hingga efek samping dari masing-masing jenis vaksin.

Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa terdapat 6 jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Keputusan tersebut ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Desember 2021 lalu (3/12/2020). Pernyataan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9.860 Tahun 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh perusahaan lokal dan internasional. Selain itu, keenam vaksin covid-19 yang disebutkan hanya dapat dipergunakan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lalu apa saja jenisnya? Yaitu Sinovac, Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Sebereapa Penting Vaksin COVID-19 Bagi Kita?

  

Vaksinasi di Indonesia telah berlangsung sejak Januari 2021 secara gratis dengan menggunakan vaksin jenis Sinovac 

6 Ragam Jenis Vaksin Covid-19

Vaksin Sinovac

Vaksin jenis Sinovac berasal dari China. Sinovac bekerja untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi dapat melawan virus Corona. Vaksin ini dibuat dengan platform atau metode virus yang telah dimatikan. Telah selesai melakukan uji klinis fase 3, vaksin ini disuntikkan 2 kali (0,5 ml per dosis) penyuntikkan kedua hari ke- 14. Sinovac memiliki presentasi efikasi sebesar 65,3% di Indonesia.

Vaksin Pfizer-BioNTech

Pfizer-BioNTech merupakan vaksin berbasis teknologi messenger RNA (mRNA). Vaksin ini menggunakan gen sintetis. Dengan mRNA, tubuh tidak disuntik virus mati maupun dilemahkan, melainkan disuntik kode genetik dari virus tersebut sehingga memproduksi protein yang merangsang respons imun. Vaksin ini disuntikkan 2 kali (0,3 ml per dosis) penyuntikkan kedua hari ke- 28. Pfizer-BioNTech direkomendasikan untuk orang yang berusia 16 tahun ke atas dan memiliki presentai efikasi sebesar 95%.

Vaksin Oxford-AstraZeneca

Merupakan vaksin vektor adenoviral rekombinan. vaksin rekombinan menggunakan sebagian kecil materi genetik dari patogen, seperti SARS-CoV-2, untuk memicu respons imun. Vaksin ini disuntikkan 1 atau 2 kali (0,5 ml per dosis) jika 2 kali, penyuntikkan kedua hari ke- 28. Untuk sementara ini, AstraZeneca memiliki presentai efikasi sebesar 70,4%.

Vaksin Sinopharm

Vaksin jenis ini diklaim menjadi yang pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus. Sinopharm memanfaatkan virus Corona yang sudah dimatikan atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Vaksin ini disuntikkan 2 kali (0,5 ml per dosis) penyuntikkan kedua hari ke- 21.

Vaksin Moderna

Moderna menggunakan messenger RNA (mRNA).  Vaksin ini diperuntukan untuk orang yang berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini disuntikkan 2 kali (0,5 ml per dosis) penyuntikkan kedua hari ke- 28. Saat ini, Moderna memiliki presentase efikasi sebesar 94,1%. Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memaparkan    beberapa kriteria orang yang tidak dapat menerima vaksin Moderna, diantaranya: Orang yang pernah mengalami reaksi alergi parah (anafilaksis) atau reaksi alergi langsung meskipun tidak parah terhadap bahan apa pun dalam vaksin mRNA COVID-19, orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang parah (anafilaksis) atau reaksi alergi langsung bahkan tidak parah setelah mendapatkan dosis pertama vaksin, reaksi alergi langsung berarti reaksi dalam 4 jam setelah divaksinasi, termasuk gejala seperti gatal-gatal, bengkak, atau mengi (gangguan pernapasan), dan reaksi alergi terhadap polietilen glikol (PEG) dan polisorbat.

Vaksin Bio Farma

Vaksin jenis merupakan produksi asal Indonesia dengan menggunakan bahan baku Sinovac. Bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman, PT BioFarma masih terus melakukan pengembangan dan penelitian terhadap vaksin COVID-19. Vaksin jenis ini akan bekerja untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga antibody dapat melawan Covid-19.

Itulah berbagai jenis vaksin covid-19 di Indonesia saat ini. Dengan adanya vaksinasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk menghentikan pandemi COVID-19. Namun, diperlukan kerja sama seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menyukseskan upaya ini. Namun, upaya ini juga harus didukung dengan penerapan protocol kesehatan secara disiplin. 

Baca Juga: Vaksin Sinovac, Ampukah Untuk Menekan Angka COVID-19?

DNR, Distributor Vaksin Berpengalaman di Indonesia

Sehubungan dengan program vaksinasi Covid-19 saat ini, pada dasarnya sejak dahulu Indonesia sudah menggecarkan berbagai program vaksinasi. Berkaitan dengan hal itu, DNR sebagai perusahaan penyedia jasa distribusi telah berpengalaman dalam memiliki sejarah yang baik dalam mendistribusikan beragam vaksin di Indonesia. Hingga saat ini, DNR telah berhasil mendistribusikan berbagai vaksin di Indonesia mulai dari HB Vax II 5mcg (DK19163600343A1), HB Vax II 10mcg (DK19163600343A2), HB Vax Multidose 3,0 ml (DK19163600343A2), MMR II (DK19263600444A1), Pedvax HIB (DK19963600343A1), Vaqta25U / 0,5 ml (DKI0463601143A1).

Keberhasilan pendistribusian vaksin tersebut didukung dengan kepemilikan sistem digital yakni DVMS (Digital Vaccine Management & Supply Chain) yang mendukung sistem cold chain berjalan dengan baik sebagai syarat utama dalam distribusi vaksin. Inovasi DVMS menawarkan menawarkan penyimpanan, penanganan, manajemen stok vaksin yang efektif, dan monitoring kualitas vaksin melalui kontrol suhu dalam penyimpanan rantai dingin dan pemeliharaan sistem manajemen logistik yang memadai.

#DNR #DNR Corporation #Distribusi #Vaksincovid #Sinovac #Distribusivaksin #Vaksinasi #VaksinSinovac #Cold Chain #Cool Room #Cold Storage

DNR Corporation
Other News & Events