Health Care
Feb
04
2021

DNR Suguhkan Beragam Layanan Test Deteksi COVID-19. Apa Saja Perbedaannya?

Thu, 04 Feb 2021

Sejak akhir tahun 2019, dunia digemparkan dengan adanya wabah yang bersumber dari Wuhan, Cina, dengan penyebabnya adalah virus Corona (SARS-CoV-2). Infeksi virus Corona begitu cepat menyebar dan ditularkan antar manusia. Sampai saat ini, COVID-19 sudah terdeteksi di banyak negara. Tidak terkecuali Indonesia, dengan mencatat pasien pertama yang terkonfirmasi positif COVID-19 di awal maret tahun 2020 lalu.

Sudah hampir setahun Virus Corona merajalela di berbagai belahan dunia, dan Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami peningkatan pasien terkonfirmasi COVID-19. Hingga saat ini, angka terbanyak terdapat di wilayah DKI Jakarta, dimana pusat bisnis dan pergerakan cepat akan mobilisasi.

Virus Corona itu sendiri memiliki artian sebagai virus RNA yang berasal dari famili Coronaviridae. Saluran pernapasan dan pencernaan merupakan target utama virus ini sehingga rute transmisinya dapat berbeda-beda, yaitu dengan kontak langsung, airborne, fecal-oral, dan fomite yang terkontaminasi. Sedangkan masa inkubasi virus Corona sekitar 5 hari (2-14 hari).

Selain itu, apakah semua yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan merasakan gejala yang sama? Belum tentu, karena bahkan sebagian orang tidak mengalami gejala apapun. Lalu bagaimana membedakannya?

Baca Juga: Perkembangan Digital di Indonesia, Online Logistik Semakin Dibutuhkan!

Kriteria Deteksi Covid-19

Kemenkes RI menetapkan beberapa kriteria terkait COVID-19, yaitu orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan kasus konfirmasi.

Orang Tanpa Gejala adalah orang yang memiliki risiko tertular atau kontak erat pasien konfirmasi COVID-19. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Orang adalah yang mengalami demam ≥38⁰C atau riwayat demam; atau gejala penyakit saluran pernapasan, seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan dan memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19 dalam 14 hari sebelum timbul gejala.

Selain itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), adalah orang dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yaitu demam ≥38⁰C atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, atau pneumonia ringan hingga berat, atau tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah melaporkan transmisi local dalam 14 hari sebelum timbul gejala.

Yang terakhir adalah Kasus konfirmasi, yakni seseorang yang memiliki hasil pemeriksaan swab PCR yang positif terhadap COVID-19.

Langkah Pencegahan Covid-19

Untuk menghindarkan diri dari terjangkit COVID-19, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa langkah pencegahan yakni melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkhusus di DKI Jakarta, guna meminimalisir orang untuk berpergian dan berkerumun.

Selain itu, pemerintah juga turut mencanangkan 3M, yakni:

1.     mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Selain dengan air, membersihkan tangan dengan hand sanitizer juga dapat dilakukan. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

2.     memakai masker ketika berada diluar rumah. Secara umum, ada dua tipe masker yang bisa digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

3.     menjaga jarak atau menghindari kerumunan. Pembatasan fisik adalah salah satu langkah penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Hal ini dapat dilakukan dengan cara tidak bepergian keluar rumah, kecuali untuk keperluan yang mendesak atau darurat, Pembatasan fisik juga dilakukan dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain dan selalu menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.

Selain itu, pemerintah juga sudah menghimbau masyarakat untuk melakuan test deteksi Covid-19 sebagai langkah screening awal untuk mengetahui pusat-pusat penyebaran. Terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan, tentunya dengan tingkat keakuratan dan proses mendapatkan hasil yang berbeda. Jenis-jenis test tersebut adalah, Rapid Antibody test, Swab Antigen, dan Swab PCR.

Baca Juga: Industri 4.0 : Tranformasi Digital Pada Penerapan Proses Bisnis Logistik dan Supply Chain

Dukung Pemerintah, DNR Hadirkan Beragam Layanan Test Deteksi Covid-19

Untuk mendukung program pemerintah dalam melawan COVID-19, DNR Corporation hadir dengan menyuguhkan layanan rapid antibody test dengan nama brand Star Plus Diagnostic, PCR swab test dengan nama brand PCR Express dan swab antigen test dengan nama brand Antigen Express. Seluruh test tersebut digunakan sebagai cara untuk mendeteksi virus Corona di dalam tubuh.

Masing-masing memilki perbedaan, keunggulan dan akurasi yang berbeda, berikut penjelasannya:

Star Plus Diagnostic (Rapid Antibody Test), kerap digunakan sebagai pemeriksaan awal atau skrining COVID-19. Sesuai namanya, hasil rapid test bisa langsung diketahui dalam waktu yang singkat, biasanya hanya sekitar beberapa menit. ini merupakan jenis rapid test yang paling awal muncul. pemeriksaan rapid test antibodi menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari atau pembuluh darah. Sayangnya, tes ini memiliki tingkat akurasi yang paling rendah dalam mendeteksi keberadaan virus Corona di dalam tubuh dibandingkan test lainnya. Menariknya, harga rapid test relatif terbilang paling murah dibandingkan test lainnya.

Antigen Express (Swab Antigen Test), pada test antigen tindakan yang dilakukan adalah dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. tingkat akurasnya pun jauh lebih baik dibandingkan rapid test. Waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasilnya juga cukup singkat, hanya sekitar 15 – 30 menit. Menariknya, layanan Antigen Express yang DNR suguhkan harganya sangat terjangkau, terbilang dibawah harga pasaran yang biasa kita temukan.

Selanjutnya adalah PCR Express (Swab PCR Test), tes PCR merupakan tes yang paling direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendiagnosis COVID-19 karena Tingkat akurasi tes PCR yang cukup tinggi. Tetapi pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama hingga hasilnya keluar. Namun berbeda dengan PCR Express, yang juga menyediakan layanan mobile untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengecekan dimana saja anda berada, tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan. Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya juga cepat tidak perlu menunggu berhari-hari, melainkan hanya dibawah 24 Jam. PCR Express juga sudah memiliki aplikasi yang bisa diunduh langsung di Google Play Store sebagai langkah mudah untuk melakukan registrasi.

DNR senantiasa mendukung program pemerintah untuk bersama melawan Covid-19, dengan memberikan pelayanan test deteksi Covid-19 terbaik, dengan kualitas tinggi, dan harga terjangkau.

#DNR Corporation #Covid-19 #Rapid Antibody #Antigen #Swab PCR #Antigen Express #PCR Express #Mobile PCR #Health Care

DNR Corporation
Other News & Events